5 Bukti Bahwa Amerika Adalah Negara Muslim yang Hilang


Amerika merupakan salah satu negara non muslim yang terbesar di dunia. Bahkan lebih dari tiga perempat penduduk Amerika menganut agama Kristen. Namun tahukah kamu bahwa ternyata di masa lampau, Amerika berkaitan erat dengan agama Islam ?

Sejarah mengungkapkan bahwa Amerika ditemukan pertama kali oleh Christopher Columbus pada tanggal 12 Oktober 1492, dibawah bendera Castilian Spanyol. Namun hal itu kini telah terbantahkan. Karena ditemukannya sejumlah bukti yang mengungkapkan bahwa penemu Amerika adalah seorang muslim. 

5 Bukti Bahwa Amerika Adalah Negara Muslim yang Hilang

Bahkan jauh sebelum para perompak dari Eropa datang, Islam telah menjadi kultur budaya di Amerika hingga akhirnya punah dan dimurtadkan. Salah satu buktinya adalah dengan keberadaan suku Cherokee, yaitu salah satu suku indian Amerika yang diduga menganut agama Islam. Selain itu, terdapat 5 bukti yang menunjukkan bahwa Amerika adalah negara Muslim yang hilang. Apa sajakah bukti tersebut ? 

1. Keberadaan Suku Cherokee
Bila Anda mengunjungi Washington DC, maka datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Kemudian mintalah arsip mengenai perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee. Disana Anda akan menemukan tanda tangan kepala suku Cherokee pada saat itu yang bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah. 

Perjanjian tersebut berisi tentang hak suku Cherokee dalam melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan dan bentuk pemerintahan suku Cherokee yang pada saat itu berdasarkan hukum Islam. Kemudian Anda akan melihat kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat dan kaum laki-laki menggunakan surban dan terusan hingga sebatas lutut. 

Anda dapat melihat cara berpakaian ini pada foto maupun lukisan suku Cherokee yang diambi sebelum tahun 1832. Bahkan kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah adalah seorang muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.

Berbicara mengenai suku Cherokee, tidak terlepas dari Sequoyah. Ia merupakan orang asli suku Cherokee yang berpendidika dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada tahun 1821. Syllabry merupakan semacam aksara. Bila aksara yang kita kenal berupa abjad A hingga Z, maka aksara yang dimiliki suku Cherokee berbeda. Dan yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip dengan aksara Arab. 

Bahkan di beberapa tulisan masyarakat Cherokee abad ke 7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata "Muhammad" dalam bahasa Arab. Bukan hanya suku Cherokee, bahkan nama-nama suku indian lainnya dan kepala sukunya berasal dari bahasa Arab, seperti Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Makkah, Hohokam, Hupa dan sebagainya. Beberapa kepala sukunya bahkan mengenakan tutup kepala khas orang Islam. Hal ini dapat terlihat pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.

2. Penelitian Barry Fell
Selain itu, Barry Fell, seorang peneliti dari Universitas Harvard dalam bukunya Saga America (1980) mengungkapkan bahwa ternyata umat muslim telah hadir di benua Amerika jauh sebelum di temukan oleh Christopher Columbus. Ia mengungkapkan bahwa catatan tertua mengenai kehadiran Muslim di benua Amerika diperkirakan berasal dari periode anatar 700-800 Masehi. 

Dalam bukunya tersebut, Fell memberikan bukti ilmiah yang kuat bahwa umat Islam dari Afrika Utara dan Barat telah tiba di Amerika berabad-abad sebelum ekspedisi Columbus. 

Menurutnya ada sejumlah peninggalan arkeologis yang menguatkan teori tersebut. Misalnya di daerah wilayah barat AS yang gersang, ia menemukan beberapa ukiran pada batu yang memuat teks, diagram dan grafik berhuruf Arab.

Menurut Fell, sisa-sisa fragmen tersebut menjadi bukti kuat bahwa umat Islam telah lebih dulu mendarat di Amerika jauh sebelum bangsa Eropa menginjakkan kakinya di benua itu. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa nama di kalangan penduduk Indian Amerika yang memiliki akar kata dari bahasa Arab, diantaranya adalah Medina di Idaho, Mahomet di Illinois, Hazen di North , Arva di Ontario (Kanada) dan masih banyak lagi. Ia juga menyebutkan sejumlah nama suku Indian yang berasal dari bahasa Arab.

“Setidaknya, ada 484 nama desa, kota, gunung, danau, dan sungai di AS yang berakar dari Islam dan Arab,” ungkap Richard Brent Turner dalam buku Islam in the African-American Experience.

3. Peta Al-Masudi
Sebuah peta dunia al-Masudi dari tahun 956 Masehi menunjukkan bahwa "Tanah tidak diketahui" melintasi Atlantik dari Afrika. Seorang sejarawan Muslim dari Andalusia, Abu al-Hasan al-Masudi mencatat pada 956 Masehi terjadi sebuah pelayaran oleh beberapa pelaut Andalusia pada 889 Masehi. Pelayaran berbulan-bulan dari Andalusia ke arah barat hingga akhirnya ditemukan sebuah daratan besar di laut. 

Penemuan daratan ini kemudian dilanjutkan dengan perdagangan dengan penduduk asli hingga kemudian mereka kembali ke Andalusia. Al-Masudi juga mencatat lengkap dengan peta bahwa tanah ini berada di seberang lautan dan menyebutnya sebagai "Tanah tidak diketahui."

Sehingga jelas bahwa teori yang menyebutkan bahwa Dunia Baru, benua Amerika bukanlah ditemukan oleh Columbus. Bahkan setelah pelayaran yang dicatat oleh al-Masui tersebut terdapat banyak bukti literasi sejarah bahwa bangsa Arab, Afrika Barat dan Ottoman telah mengarungi samudra atlantik sebelum Columbus dan bangsa Eropa masuk ke benua Amerika.

4. Tulisan Bilali Muhammad
Bangsa Amerika tercatat sebagai ulama dan cendekiawan muslim pertama di Amerika.  Terjadi kesalahpahaman tentang Islam di tengah masyarakat Amerika dan komunitas muslim di AMerika. Mereka menganggap bahwa Islam di Amerika saat ini hanya dikembangkan oleh ulama dan cendekiawan terdidik dari kelompok imigran asal Timur Tengah pada abad modern. 

Namun pemahaman keliru tersebut terbantahkan dengan adanya sebuah dokumentasi sejarah oleh seorang ulama dan cendekiawan muslim terdidik dari Afrika Barat bernama Bilali Muhammad. Ulama ini berasal dari suku Fulber dan lahir sekitar 1770 Masehi di kota Timbo yang sekarang bagian dari negara Guinea. Ia sangat fasih berbahasa Arab dan memahami ilmu Hadits, Syariah dan tafsir.

Ia dibawa ke perkebunan di pulai Karibia pada tahun 1802 dan terus dipekerjakan di Georgia, AS. Bilali membawa pendidikan Islam dengan kedatangannya ke Amerika. Hal ini terbukti dengan ditemukannya naskah 13 halaman yang ditulis Bilali dan diberikan kepada seorang penulis, Francis Robert Goulding, sebelum ia meninggal pada tahun 1857.

5. Sumbangan Hukum 
Meskipun kontroversial namun sebuah dekorasi yang dirancang oleh Adolph Weinman di dinding utara Mahkamah Agung Amerika menggambarkan pembuat hukum besar Abad Pertengahan.

Dekorasi dinding yang terpahat di salah satu area Mahkamah Agubg Amerika Serikat ini terdiri dari 18 patung dari orang-orang yang dianggap memberi inspirasi besar dalam peletakkan hukum konstitusi Amerika Serikat. Namun yang paling menarik adalah terdapat patung yang disebutkan sebagai Nabi Muhammad SAW. 

Disana Nabi Muhammad SAW ditampilkan sedang memegang Al-Qur'an dan pedang. Dengan demikian, Nabi Muhammad SAW diakui sebagai penyumbang hukum konstitusi di Mahkamah Agung.

Meskipun di dalam Islam pembuatan patung Nabi Muhammad SAW dilarang, akan tetapi keberadaan patung tersebut membuktikan bahwa Islam telah memiliki akar kuat dalam sejarah negara ini. 

Orang-orang yang dianggap berjasa tersebut diantaranya adalah Hammurabi, Menes, Musam Lycurgus, Raja Solomon, Draco, Solon, Oktavianus, Konfusius, Nabi Muhammad SAW, Justinian, Raja Charlemagne, Louis IX, raja John, Hugo Grotius, John Marshall, William Blackstone, dan Napoleon Bonaparte.
0 Komentar untuk "5 Bukti Bahwa Amerika Adalah Negara Muslim yang Hilang"

Back To Top