Inilah Khutbah Iblis Diantara Para Penghuni Neraka


Kelak di hari kiamat setelah semua manusia dibangkitkan dan telah di hisab, maka akan ditentukan golongan mana yang akan menjadi ahli surga dan ahli neraka. Sehingga akan ada wajah-wajah yang bergembira dan ada pula wajah-wajah yang dirundung duka.

Setelah itu para penghuni surga akan memasuki surga rombongan demi rombongan. Demikian pula dengan mereka yang telah ditetapkan sebagai penghuni neraka. Dimana mereka akan dibawa ke dalam neraka rombongan demi rombongan pula. 

Inilah Khutbah Iblis Diantara Para Penghuni Neraka

Dan ternyata di dalam neraka, akan ada sebuah peristiwa yang mengharukan. Dimana seluruh penghuni neraka dikumpulkan untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Iblis. Pada saat itu Iblis menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya, sehingga para penghuni neraka tertunduk penuh penyesalan sebab mereka telah tertipu dengan rayuan Iblis.  Lantas seperti apakah khutbah yang disampaikan oleh Iblis ? Berikut ringkasannya.

Di dalam Al-Qur'an telah dijelaskan bahwa Iblis akan menyampaikan khutbahnya dihadapan para penghuni neraka. Sebagaimana dalam surat Ibrahim ayat 22 bahwa, 

"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih" 

Sehingga para penghuni neraka akan menyadari bahwa selama ini mereka telah tertipu dengan rayuan setan yang menjanjikan berbagai kenikmatan dan kesenangan kepada mereka jika mengerjakan berbagai pekerjaan dosa dan maksiat. Dimana pada saat itu mereka mulai menyesali diri karena dulu tidak mau mendengarkan nasehat orang-orang yang telah menasegati mereka. Selain itu mereka akan mulai menyesal telah berteman dengan orang-orang yang menyesatkan mereka, seperti yang disebutkan dalam surat Al-Furqan ayat 27-29 bahwa,

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia."

Akan tetapi penyesalan yang mereka rasakan tidak berguna sedikitpun. Namun mereka memohon kepada Allah SWT agar dikembalikan hidup ke dunia. Sebab mereka ingin memperbaiki perilaku mereka dan mengerjakan amal shaleh. Hal ini juga telah dijelaskan dalam Al-Qur'an surat As-Sajadah ayat 12 bahwa, 

"Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”

Dan demikianlah keadaan orang-orang kafir dan tidak beriman kepada Allah SWT di akhirat kelak, dimana mereka hanya bisa meratap dan menyesali diri. Bahkan tangisan dan ratapan mereka tidak seikitpun mengurangi azab neraka yang akan diterimanya.  

Disamping itu, kelak di dalam neraka mereka tidak akan mati dan tidak pula hidup, mereka juga akan diberi minum dari nanah dan air mendidih. Dan kematian akan mendatangi mereka dari segala penjuru namun kematian itu tidak sedikitpun menyentuh mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Ibrahim ayat 17 bahwa,

"Diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat."

Bahkan dikarenakan begitu pedihnya siksaan yang mereka terima, sehingga mereka meminta kepada malaikat penjaga neraka agar Allah SWT mematikan mereka saja agar semua penderitaan itu bisa diakhiri. Namun malaikat penjaga justru akan berkata, "Tidak ada lagi kematian sesudah ini, dan tetaplah tinggal dineraka ini selamanya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Az-Zukruf ayat 77 bahwa, 

"Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”

Dengan begitu sepanjang waktu yang dilaluinya dalam neraka mereka hanya mendapatkan azab yang tidak pernah putus dan berhenti. Sehingga mereka hanya bisa menyesali diri, tetapi rasa sesal itu tidak bisa mengurangi penderitaan yang mereka alami sedikitpun. Dimana rasa sesal yang mereka ucapkan tertuang dalam surat Al-Mulk ayat 10 bahwa, 

"Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Sehingga mereka hanya bisa beranda-andai jika saja mereka mau mendengarkan nasehat orang-orang beriman dan menggunakan akal dan fikiran mereka. Dan tentu saja mereka tidak akan masuk ke dalam neraka jahanam seperti yang mereka alami saat itu.
Tag : Dunia Islam
0 Komentar untuk "Inilah Khutbah Iblis Diantara Para Penghuni Neraka"

Back To Top